Mengenal Sistematika Penerbangan Paralayang
Pilot digantung di sabuk pengaman dan mengendalikan sayap melalui tali yang terhubung ke tepi belakang paralayang. Tali-tali ini dapat dioperasikan secara individual untuk membelokkan paralayang atau secara bersamaan untuk memengaruhi kemiringan dan kecepatan. Lepas landas dan pendaratan dilakukan dengan berjalan kaki dan biasanya terjadi di bukit atau gunung. Untuk lepas landas, pilot pertama-tama mengembangkan sayap dengan menariknya ke atas seperti layang-layang dan kemudian berlari menuruni lereng bukit hingga mencapai kecepatan terbang. Biasanya kecepatan sekitar 12 mil per jam (19 km per jam) sudah cukup untuk menerbangkan pesawat. Paralayang juga dapat diluncurkan dari dataran datar dengan cara ditarik, baik dengan derek atau di belakang kendaraan
Komentar
Posting Komentar